Kau ingat, Joni, anak tetangga yang rumahnya bersebelahan dengan rumahku. Dia anak berambut ikal yang juga ikut mengaji di surau Kiai Rozaq. Ah, sayangnya dia hanya dua tahun tinggal di kampung ini, tapi meski begitu tak bisa kulupa betapa asyiknya anak itu.
Tampilkan postingan dengan label persahabatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persahabatan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 November 2018
Joni
Aku melepas kopiah dan menggunakannya untuk berkipas-kipas sebab di
luar cuaca sangat panas, membujurkan kaki dan bersandar ke tembok. Tak terasa
bulan puasa sudah hampir sampai di penghujung saja. Membuatku kembali mengingat
riuh saat kita masih anak-anak, Mur.
Kau ingat, Joni, anak tetangga yang rumahnya bersebelahan dengan rumahku. Dia anak berambut ikal yang juga ikut mengaji di surau Kiai Rozaq. Ah, sayangnya dia hanya dua tahun tinggal di kampung ini, tapi meski begitu tak bisa kulupa betapa asyiknya anak itu.
Kau ingat, Joni, anak tetangga yang rumahnya bersebelahan dengan rumahku. Dia anak berambut ikal yang juga ikut mengaji di surau Kiai Rozaq. Ah, sayangnya dia hanya dua tahun tinggal di kampung ini, tapi meski begitu tak bisa kulupa betapa asyiknya anak itu.
Jumat, 31 Agustus 2018
Kereta-Kereta di Stasiun Osaki
Sepertinya aku memang harus pergi
karena Ayah tak lagi bisa membiayai keperluan sehari-hari atau sekolahku. Rumah
kami terpaksa dijual untuk membayar hutang judi Kakek, meskipun begitu tetap
saja belum cukup untuk melunasinya.
Aku berdiri dekat peron sambil
membenamkan kedua tanganku di saku. Mataku menyapu sekitar, tak banyak orang
yang berada di sini untuk menunggu kedatangan kereta atau orang yang menaikinya
dikarenakan salju turun agak lebat malam ini. Dan kabarnya beberapa kereta
berhenti beroperasi untuk sementara waktu.
Langganan:
Postingan (Atom)