Malam
itu, di antara kejenuhan mencari hal-hal baru—hal yang dapat membuat saya
merasa hidup, saya memutuskan untuk berselancar di Facebook. Mencari bahan
bacaan, lelucon, atau sesuatu yang mungkin akan menarik minat saya. Seolah-olah
tahu apa yang sedang saya cari, sebuah postingan muncul dari salah satu akun
yang berteman dengan saya (yang tidak saya kenali siapa pemostingnya karena
tentu tidak semua akun yang berteman adalah orang-orang yang merupakan teman).
Menampilkan ulasan tentang drama Korea satu ini: Hymn of Death.