Malam
itu, di antara kejenuhan mencari hal-hal baru—hal yang dapat membuat saya
merasa hidup, saya memutuskan untuk berselancar di Facebook. Mencari bahan
bacaan, lelucon, atau sesuatu yang mungkin akan menarik minat saya. Seolah-olah
tahu apa yang sedang saya cari, sebuah postingan muncul dari salah satu akun
yang berteman dengan saya (yang tidak saya kenali siapa pemostingnya karena
tentu tidak semua akun yang berteman adalah orang-orang yang merupakan teman).
Menampilkan ulasan tentang drama Korea satu ini: Hymn of Death.
Tampilkan postingan dengan label humaniora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humaniora. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Februari 2019
Kamis, 31 Januari 2019
Edan!
Sunita
Kasih
“Wes toh, muleh!”
“Wes toh, muleh!”
“Halah
wong edan.”
“Ke
mana, Mbah? Mau ke atas lagi?”
“Keakehan duit apa gimana, Mbah?”
Gelak
tawa, cemooh juga bisik-bisik dari sela bibir bermunculan setiap melihat Mbah
Nuryo membawa barang-barang aneh dan pergi ke hutan. Wajar saja, siapa yang tak
heran, dalam usia sedemikian senja, Mbah Nuryo masih saja mondar-mandir bukit
sambil membawa cangkul dan bungkusan hitam.
Selasa, 29 Januari 2019
Lebih Baik Tidur, daripada Buta
Ada
begitu banyak jendela, seperti kamu tinggal di rumah tempat berlibur, tentu
rumah itu tidak hanya akan memiliki satu jendela agar kamu bisa melihat sisi
barat, utara, timur, dan selatan. Di setiap ruangan, kamu akan menemukan
jendela-jendela yang membuatmu tidak perlu keluar rumah untuk bisa menyaksikan
panorama alam.
Sabtu, 26 Januari 2019
Berteman Saja, Tidak Perlu Mendeteksi Ketulusan Seseorang
Saya sering bertanya-tanya, kenapa
beberapa orang yang saya kenali sering kali memiliki tatapan curiga. Menatap
teman seperjuangannya atau teman ngobrolnya seolah-olah mereka tidak aman.
Begitu berjaga-jaga kalau saja ada pisau yang ditusukkan kepada mereka tanpa
mereka sadari. Padahal yang saya lihat semuanya baik-baik saja. Tidak ada
gerakan mencurigakan. Kalaupun ada, ya paling saya biarkan. Toh, semua orang
sering kali bersikap tidak sesuai dengan apa yang diucapkannya atau isi hatinya
tidak sesuai dengan apa yang ditampilkannya. Itu lumrah saja!
Langganan:
Postingan (Atom)