Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Februari 2019

Yang Namanya Tulisan Tentu Ada Isinya, Tidak Kosong


Apa itu tulisan? Tentu sesuatu yang memiliki isi, bukan? Jika tidak berisi atau kosong, maka apa masih disebut tulisan? Sama seperti saat kita membaca tulisan ini. Saya menyebutnya tulisan karena orang lain membacanya. Meski tidak ada yang membaca, karena sudah terlanjur ditulis, maka ini tetap saja disebut tulisan.

Saya bertanya-tanya sendiri: Kenapa terkadang ada saja seseorang yang mempermasalahkan dengan tulisan yang tak berisi atau tidak memiliki pesan/amanat di dalamnya? Benarkah demikian?

Minggu, 03 Februari 2019

Mencintai yang Saya: Sebuah Konsep Jatuh Cinta

Sudah beberapa malam ini saya terserang insomnia. Tahu insomnia? Kalau tahu, baguslah. Kalau tidak tahu, silakan cari tahu sendiri. Untuk serangan ini sebenarnya saya tahu penyebabnya, tetapi solusi untuk mengobati yang agaknya baru bisa terlaksana dalam waktu yang tidak dekat, membuat saya tidak juga dapat tidur kalau matahari belum mengintip di timur sana.

Saya paham betul, tidak semua situasi mampu saya damaikan satu per satu. Pasti ada saja satu-dua yang saya musuhi. Ada satu-dua yang saya tidak senangi. Dan ada

Selasa, 29 Januari 2019

Lebih Baik Tidur, daripada Buta

Ada begitu banyak jendela, seperti kamu tinggal di rumah tempat berlibur, tentu rumah itu tidak hanya akan memiliki satu jendela agar kamu bisa melihat sisi barat, utara, timur, dan selatan. Di setiap ruangan, kamu akan menemukan jendela-jendela yang membuatmu tidak perlu keluar rumah untuk bisa menyaksikan panorama alam.

Senin, 28 Januari 2019

Jatuh ya Jatuh, Kalau Sudah Cinta Memangnya Bisa Apa?

Apa isi tulisan kali ini?

Sebenarnya ini lebih ke curhatan. Eh, bukaaan. Ini hanya lebih ke sudut pandang saja. Tidak ada curhatan seperti bisa (emangnya biasa saya curhat ya?). Oke, oke, sekarang kita serius. Benaran serius? Maaf, nanti aja deh, kalau saya sudah cukup umur buat bisa diajak serius. Lho, kok malah ngelantur ya.

Sabtu, 26 Januari 2019

Berteman Saja, Tidak Perlu Mendeteksi Ketulusan Seseorang

Saya sering bertanya-tanya, kenapa beberapa orang yang saya kenali sering kali memiliki tatapan curiga. Menatap teman seperjuangannya atau teman ngobrolnya seolah-olah mereka tidak aman. Begitu berjaga-jaga kalau saja ada pisau yang ditusukkan kepada mereka tanpa mereka sadari. Padahal yang saya lihat semuanya baik-baik saja. Tidak ada gerakan mencurigakan. Kalaupun ada, ya paling saya biarkan. Toh, semua orang sering kali bersikap tidak sesuai dengan apa yang diucapkannya atau isi hatinya tidak sesuai dengan apa yang ditampilkannya. Itu lumrah saja!

Sabtu, 05 Januari 2019

4 Hal Ini Bisa Membuatmu Menghindari Patah Hati


Remaja terkadang identik dengan perkara jatuh cinta atau patah hati. Beberapa orang yang sedang dirundung patah hati pun tak jarang merasa hampa, tidak mood melakukan apa pun, bahkan kehilangan semangat hidup. Tapi sayangnya waktu masih terlalu panjang untuk kita berputus asa dan mengurung diri pada ruang kesedihan.

Beberapa hal ini mungkin bisa membantu kita untuk menghindari patah hati:

Jumat, 08 Juni 2018

Penyebab Perubahan Pola Perilaku Remaja


Oleh: Naafisa

Pendidikan sangatlah penting bagi seluruh masyarakat—khususnya para remaja—untuk menambah wawasan dan meningkatkan kualitas hidup, apalagi saat ini perkembangan zaman sudah sangat pesat dengan adanya teknologi-teknologi mutakhir. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa para generasi muda harus belajar lebih giat lagi, guna meningkatkan kemajuan bangsa dan negara.

Minggu, 11 Maret 2018

Berani Jatuh Cinta, Berani Patah Hati!


Banyak anak muda—terutama di kalangan remaja—yang sering kali merasa hampa saat putus cinta. Lantas apa dunia akan berakhir hanya karena selembar kisah itu sobek? Tentu saja tidak. Masa depan masih membentang dan terlalu sayang jika berakhir dikarenakan hal sepele.
Apa jatuh cinta itu salah?

Tentu tidak. Tak ada yang menyalahkan kita karena jatuh cinta. Cinta itu fitrah, dan semua orang pasti akan merasakannya.

Terus di mana salahnya?