Tampilkan postingan dengan label perjuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjuangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Mei 2018

Maling


Kali ini Pak Sobar tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya diam mematung menatap kamarnya yang berantakan, pun laci-laci tempatnya menyimpan perhiasan terbuka lebar. Wajahnya tertekuk. Tangannya yang nampak jelas urat-urat yang timbul kini tengah menopang dagunya, pun tangan yang satu terus saja memijit jidatnya hingga terlihat berkerut juga mengencang seketika.

“Bagaimana ini, Pak?” tanya Bu Sri, istrinya.