Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Agustus 2018

Kereta-Kereta di Stasiun Osaki

Sepertinya aku memang harus pergi karena Ayah tak lagi bisa membiayai keperluan sehari-hari atau sekolahku. Rumah kami terpaksa dijual untuk membayar hutang judi Kakek, meskipun begitu tetap saja belum cukup untuk melunasinya.

Aku berdiri dekat peron sambil membenamkan kedua tanganku di saku. Mataku menyapu sekitar, tak banyak orang yang berada di sini untuk menunggu kedatangan kereta atau orang yang menaikinya dikarenakan salju turun agak lebat malam ini. Dan kabarnya beberapa kereta berhenti beroperasi untuk sementara waktu.

Jumat, 25 Mei 2018

Maling


Kali ini Pak Sobar tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya diam mematung menatap kamarnya yang berantakan, pun laci-laci tempatnya menyimpan perhiasan terbuka lebar. Wajahnya tertekuk. Tangannya yang nampak jelas urat-urat yang timbul kini tengah menopang dagunya, pun tangan yang satu terus saja memijit jidatnya hingga terlihat berkerut juga mengencang seketika.

“Bagaimana ini, Pak?” tanya Bu Sri, istrinya.