Tampilkan postingan dengan label fantasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fantasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Agustus 2018

Kereta-Kereta di Stasiun Osaki

Sepertinya aku memang harus pergi karena Ayah tak lagi bisa membiayai keperluan sehari-hari atau sekolahku. Rumah kami terpaksa dijual untuk membayar hutang judi Kakek, meskipun begitu tetap saja belum cukup untuk melunasinya.

Aku berdiri dekat peron sambil membenamkan kedua tanganku di saku. Mataku menyapu sekitar, tak banyak orang yang berada di sini untuk menunggu kedatangan kereta atau orang yang menaikinya dikarenakan salju turun agak lebat malam ini. Dan kabarnya beberapa kereta berhenti beroperasi untuk sementara waktu.